PAMEKASAN, BABEMOI.ID — Ormas Madas Nusantara mengundang seluruh ormas ke-Maduraan pada Peluncuran Bamus Madura, yang dirangkai acara Halal Bihalal di 1 April 2026 di Gedung Pertemuan Rato Ebuh, Bangkalan, pada 1 April 2026 mendatang.
Sedikitnya kegiatan itu akan dihadiri 1.000 orang, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak serta para bupati di empat kabupaten Pulau Madura
Kegiatan peluncuran Bamus (Badan Musyawarah) Madura kelihatan semarak, karena promosi kegiatannya terlihat dengan adanya Billboard ukuran raksasa 5 x 10 meter.
Kemudian Billboard ukuran 4 x 6 meter yang dipasang di jalan umum. Belum lagi Baliho yang bertebaran, umbul-umbul, bendera, dan spanduk.

Menurut salah satu jurnalis yang tidak mau disebut namanya, mengatakan baru kali ini ada kegiatan Ormas Ke-Maduraan yang promosinya sangat meriah dan gebyar seperti yang dilaksanakan Ormas Madas Nusantara. Kegiatan itu dikemas Halal Bihalal Tiga Ormas Madas (Madas Nusantara, Madas Sedarah dan Madas Serumpun).
“Sebagai jurnalis kami menilai Peluncuran Bamus Madura ini penting. Diharapkan dengan adanya Bamus Madura ini tidak ada pengkotak-kotakan ormas. Tapi diwadahi dan dibina agar keberadaan Ormas mampu memberikan manfaat positif bagi pembangunan Madura,” tegas sang Jurnalis lokal Pamekasan, Madura.
Ketika wartawan meminta komentar kepada Ketua Umum Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH melalui saluran WhatsApp dikatakan memang kegiatan Peluncuran Bamus Madura ini melibatkan banyak pihak. Tidak hanya ormas ke-Maduraan, tapi juga pemerintah, Pengusaha, ulama, pendidik, anggota dewan maupun tokoh-tokoh Madura, baik yang di Madura maupun yang luar Madura
“Memang peluncuran Bamus Madura ini digagas bersama Tiga Ormas Madas. Ini menjadi modal bagi kami untuk menghadirkan wadah bagi semua ormas agar dapat dibina, dilindungi dan disejahterakan,” tegas Jusuf Rizal penggiat anti korupsi Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Adanya peluncuran Bamus Madura ini merupakan sejarah baru bagi ormas ke-Maduraan yang mulai berpikir maju dan visioner. Sebab selama ini ormas ke-Maduraan banyak yang tidak dikelola profesional dan transparan. Lebih banyak membela kepentingan kelompok dengan jargon-jargon tinggi, namun tidak membumi.
Bamus Madura, tidak sekedar mewadahi ormas ke-Maduraan, tapi diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak pembangunan Madura dengan melibatkan semua unsur secara integrated. Pemerintah, Swasta dan Masyarakat agar mampu menyelesaikan akar permasalahan kenapa Madura termasuk Kota termiskin di Jawa Timur.
“Nanti detailnya akan kami rumuskan bersama dengan membentuk Tim Formatur dulu, baru dibentuk pengurus pusat maupun perwakilan di daerah yang dianggap perlu guna mendorong kemajuan Madura Cerdas, Cemerlang dan Gemilang dengan membangun dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas,” tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo, keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu.






