Oleh: Dwi Taufan Hidayat
SHALAWAT bukan hanya lantunan pujian, tetapi ikatan ruhani yang menghubungkan hati seorang mukmin dengan Rasulullah ๏ทบ. Ia menjadi jembatan keberkahan yang tak terputus, menyiram jiwa dengan kedamaian, dan membuka pintu-pintu kebaikan di dunia maupun akhirat. Ulama besar seperti Imam as-Sakhawi menegaskan shalawat sebagai ibadah paling utama dan penuh manfaat.
Imam as-Sakhawi ุฑุญู ู ุงููู berkata: “Membaca shalawat kepada baginda Nabi termasuk ibadah yang paling berkah, paling utama, dan paling banyak manfaatnya, baik bagi agama maupun dunia.” Pernyataan ini bukan sekadar ungkapan retoris, melainkan buah dari pemahaman mendalam terhadap dalil-dalil syariat dan pengalaman para ulama sepanjang zaman.
Allah ๏ทป memerintahkan secara tegas dalam firman-Nya:
๏ดฟุฅูููู ุงูููููู ููู
ูููุงุฆูููุชููู ููุตููููููู ุนูููู ุงููููุจูููู ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุตูููููุง ุนููููููู ููุณููููู
ููุง ุชูุณููููู
ูุง๏ดพ (ุงูุฃุญุฒุงุจ: 56)
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk beliau dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini menjadi panggilan langsung dari Allah kepada setiap orang beriman. Shalawat adalah ibadah unik: Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang juga Allah dan para malaikat-Nya lakukan. Ini menunjukkan kedudukan yang sangat mulia.
Rasulullah ๏ทบ pun bersabda:
ู
ููู ุตููููู ุนูููููู ููุงุญูุฏูุฉู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ุจูููุง ุนูุดูุฑูุง
“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Makna Allah bershalawat kepada hamba-Nya adalah memberikan rahmat, ampunan, dan meninggikan derajat. Ini artinya setiap shalawat yang kita panjatkan bukan kembali sia-sia, tetapi memantik rahmat Allah berlipat ganda untuk kita.
Shalawat juga menjadi bukti cinta kepada Rasulullah ๏ทบ. Allah ๏ทป berfirman:
๏ดฟูููู ุฅูู ูููุชูู
ู ุชูุญูุจููููู ุงูููููู ููุงุชููุจูุนููููู ููุญูุจูุจูููู
ู ุงูููููู ููููุบูููุฑู ููููู
ู ุฐููููุจูููู
ู ููุงูููููู ุบููููุฑู ุฑููุญููู
ู๏ดพ (ุขู ุนู
ุฑุงู: 31)
“Katakanlah (Muhammad), jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali โImran: 31)
Para ulama salaf memiliki perhatian khusus terhadap shalawat. Imam Malik bin Anas ุฑุญู ู ุงููู ketika menyebut nama Rasulullah ๏ทบ selalu tampak menundukkan kepala dengan penuh hormat, lalu melantunkan shalawat. Imam Abdullah bin al-Mubarak bahkan pernah menutup majelis ilmunya dengan shalawat agar keberkahan senantiasa meliputi murid-muridnya.
Imam as-Sakhawi menyebut shalawat sebagai ibadah yang โpaling berkahโ karena keberkahannya merambah semua sisi kehidupan:
Dalam agama, shalawat membersihkan hati, memperkuat iman, dan menghidupkan sunnah Nabi ๏ทบ.
Dalam dunia, shalawat mengundang kelapangan rezeki, memudahkan urusan, dan menenangkan hati di tengah kesempitan.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅูููู ุฃูููููู ุงููููุงุณู ุจูู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ุฃูููุซูุฑูููู
ู ุนูููููู ุตูููุงุฉู
“Sesungguhnya orang yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Betapa besar kemuliaan ini di saat manusia berdesakan mencari syafaat, mereka yang memperbanyak shalawat akan mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah ๏ทบ.
Secara bahasa, shalawat berarti doa. Bila datang dari Allah, maknanya adalah rahmat dan pujian di hadapan para malaikat. Bila datang dari malaikat, maknanya doa memohon ampun. Bila datang dari manusia, maknanya doa agar Allah melimpahkan rahmat dan kemuliaan kepada Nabi ๏ทบ.
Adapun bentuk shalawat yang diajarkan Nabi ๏ทบ di antaranya adalah Shalawat Ibrahimiyyah, yang dibaca dalam tasyahud:
ุงููููููู
ูู ุตูููู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููู
ูุง ุตููููููุชู ุนูููู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ุฅูููููู ุญูู
ููุฏู ู
ูุฌููุฏูุ ููุจูุงุฑููู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููู
ูุง ุจูุงุฑูููุชู ุนูููู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ููุนูููู ุขูู ุฅูุจูุฑูุงูููู
ู ุฅูููููู ุญูู
ููุฏู ู
ูุฌููุฏู
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah limpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Shalawat dapat diamalkan di berbagai waktu, namun ada waktu-waktu yang lebih dianjurkan, seperti: setelah adzan, saat berdoa, di hari Jumat, ketika mendengar nama Nabi ๏ทบ disebut, dan ketika hati sedang resah. Imam Ibnul Qayyim menulis bahwa memperbanyak shalawat adalah salah satu sebab doa lebih cepat diijabah.
Kita hidup di zaman yang sibuk, tetapi meluangkan waktu beberapa detik untuk mengucapkan โAllahumma shalli โala Muhammadโ adalah investasi besar bagi kehidupan kita. Shalawat bukan hanya mengikat cinta kita kepada Rasulullah ๏ทบ, tetapi juga menjadi tabungan amal yang kelak akan kita panen di akhirat.
Imam as-Sakhawi benar ketika mengatakan shalawat adalah ibadah paling berkah. Keberkahannya tidak terbatas oleh waktu, tempat, atau keadaan. Siapa pun yang menjadikan shalawat sebagai wirid harian akan merasakan pengaruhnya hati lebih lapang, langkah lebih ringan, dan hidup terasa lebih dekat dengan rahmat Allah.
Maka, mari kita isi hari-hari kita dengan shalawat. Tidak perlu menunggu waktu luang, cukup sertakan di sela aktivitas. Di balik kesibukan yang melelahkan, biarlah lidah kita basah oleh pujian kepada Rasulullah ๏ทบ. Sebab, setiap kali kita mengingat beliau, sejatinya kita sedang mengetuk pintu rahmat Allah.






