JAKARTA, BABEMOI.ID | LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menilai pembunuhan aktivis pekerja pelabuhan, Ermanto Usman (65) diduga keras terkait dengan korupsi di Jakarta International Container Terminal (JICT)-Pelindo di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sebelum terjadinya aksi pembunuhan itu, Presiden LSM LIRA, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH sempat akan bertemu korban untuk bersinergi membongkar korupsi di JICT- Pelindo.
Sebagaimana dilansir media, Ermanto Usman, mantan serikat pekerja JICT-Pelindo sejak lama telah membuka kasus dugaan korupsi di mana ia sempat bekerja. Dugaan kerugian mencapai Rp4,08 triliun, bahkan lebih.

Komisi III DPR pun pernah membuat Pansus Pelindo II pada 5 Oktober 2015 yang dipimpin oleh Masinton Pasaribu. Namun mandek seiring pergantian menteri dan pergantian Presiden.
Terakhir, Etmanto Usman mulai giat membongkar kasus korupsi JICT-Pelindo. Ia juga sempat menjalin kolaburasi dengan LSM LIRA untuk membongkar borok kartel korupsi di JITC-Pelindo.
Ermanto Usman bahkan secara terang-terangan menyebut nama yang diduga terlibat, antara lain Rini Soewandi, Erick Thohir, dan Boy Thohir.
Tetapi belum sempat bergerak untuk menyampaikan data-data ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; Jaksa Agung ST. Burhanuddin; Menhan Syafrie Samsuddin; Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad; maupun ke Presiden Prabowo Subianto, menjelang subuh, awal Maret 2026 Ermanto Usman dibunuh di rumahnya. Istrinya juga jadi korban dan saat ini kritis.
Ketika media menghubungi Jusuf Rizal, penggiat anti-korupsi, Relawan Prabowo Subianto itu menyebut prilaku para koruptor saat ini makin barbar. Menghilangkan nyawa penggiat anti-korupsi itu menunjukkan kepanikan. Itu diadab dan harus diusut tuntas.
“LSM LIRA menilai kasus pembuhuhan ini terkait dengan upaya mau membongkar dugaan korupsi di JICT-Pelindo. Karena sejak era Pemerintahan SBY-JK, kasus dugaan korupsi di JITC-Pelindo (sudah ada). Bahkan di era Menteri BUMN Tantri Abeng (Menteri BUMN di masa akhir Orede Baru) sudah mencuat,” tegas Presiden LSM LIRA, Jusuf Rizal saat dimintai informasi di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Lebih lanjut, pria berdarah Madura-Batak, Ketum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas Nusantara) itu mengatakan LSM LIRA akan bentuk Tim Investigasi guna membantu Kepolisian membongkar dalang pembunuhan sahabat pekerja itu.
LSM LIRA juga, dengan data-data awal yang dimiliki Ermanto Usman, akan menindaklanjuti temuan dugaan korupsi di JICT-Pelindo.
“Jangan sampai nyawa Ermanto Usman melayang sia-sia demi membantu pemberantasan korupsi yang digauangkan Prabowo yang akan mengejar koruptor sampai antartika, tapi sampai Tanjung Priok, melempem. Ayo aktivia penggiat anti korupsi bersatu lawan para koruptor. Kalau mereka bertindak barbar, rakyat juga bisa,” tegas Jusuf Rizal, Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.






