banner 728x90

Lima Wartawan Dikeroyok di Sebuah SPBU Cikupa, FWJ Indonesia: Polisi Usut Tuntas!

BANTEN, BABEMOI – Lima orang wartawan media online menjadi korban pengeroyokan pemain BBM Pertalite bersubsidi menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder di SPBU 34-15715 JI Raya Otonom Cikupa Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang, Banten pada Senin (24/10/2022) pukul 01.00 dini hari.

Salah satu korban pengeroyokan yang juga menjadi saksi, Adi Nur Febriadi, mengatakan pelaku pengeroyokan berjumlah sekitar 15 orang.


Adi menuturkan, aksi kekerasan fisik dan pengeroyokan brutal itu dipicu oleh nada tinggi pengawas SPBU yang diketahui bernama Erwin.

Adi Nur yang menjabat sebagai Ketua bidang OKK DPP Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia menjelaskan kronologi kejadian pada tengah malam, sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketika itu, jelas Adi Nur, ia janjian bertemu di depan SPBU 34-15715 JI Raya Otonom Cikupa Pasir Gadung dengan rekan sesama wartawan, yakni Ali Akbar alias Barong yang datang dari Jakarta.

Dari SPBU itu, mereka rencananya akan bersama-sama ke Pandeglang untuk kegiatan organisasi FWJ Indonesia.

“Sebagai ketua OKK DPP FWJ Indonesia, tentu kewajiban saya mengembangkan jaringan dan SDM organisasi hingga ke pelosok-pelosok. Jadi bukan ujug-ujug (niat) kami ke SPBU itu,” jelas Adi di Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Setibanya di SPBU, Adi bersama Barong pun bertemu dengan tiga rekan wartawan lainnya, masing-masing Reza, Cahyo, dan Fandi.

“Rekan kami sudah ada di situ menunggu, karena saya baru sampai, akhirnya kami mencari kopi di depan SPBU itu sejenak,” ucap Adi.

Saat asik ngopi, insting Adi dan empat para wartawan lainnya muncul saat melihat adanya antrian panjang para pengendara sepeda motor suzuki thunder di SPBU tersebut.

“Mereka yang sudah mengisi pertalite kami liat kok balik lagi, balik lagi, dan balik lagi. Terus begitu. Jelas kami curiga ada apa dengan para pengendara sepeda motor thunder itu?” kata Adi penuh curiga.

Setelah mempelajari pola pergerakan itu, Adi dan empat rekan wartawan pun memahami modus baru para mafia pemain BBM bersubsidi dengan pengganti jerigen.

“Ternyata itu modus dan motif baru para mafia BBM pertalite bersubsidi,” ujar Adi.

Ia dan empat wartawan lainnya pun lantas menghampiri pelaku pembeli Pertalite itu dan memberikan edukasi soal regulasinya.

“Sebenarnya mereka mengerti setelah kami berikan edukasi dan regulasi soal Migas. Namun tiba-tiba pengawas SPBU datang dengan bernaga arogan, dan teriak-teriak menyebut kami wartawan abal-abal,” ujar Adi.

Berawal dari situ, Adi mengatakan kericuhan dan adu mulut terjadi. Hingga akhirnya terjadi kontak fisik berupa pengeroyokan terhadap para wartawan di area SPBU 34-15715.

Atas peristiwa tersebut, kelima wartawan pun nyaris babak belur. Yakni Adi Nur Febriadi, Ali Akbar alias Barong, Reza, Cahyo, dan Fandi.

“Kami mengalami pengeroyokan, intimidasi, kriminalisasi, penyitaan alat kerja jurnalis berupa HP, bahkan kendaraan Mobil Reza Toyota Yaris No.Pol: B-1537-CMK, telah mengalami kerusakan karena terkena sasaran pengrusakan oleh para mafia BBM pertalite bersubsidi,” jelas Adi.

Atas kejadian ini, Adi dan rekan wartawan pun membuat laporan Kepolisian di Polres Tigaraksa dengan tanda bukti lapor Nomor TBL/B/921/X/2022/SPKT.SAT RESKRIM/POLRESTA TANGERANG/POLDA BANTEN, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/921/X/2022/SPKT.SAT RESKRIM/POLRESTA TANGERANG/POLDA BANTEN, tanggal 24 Oktober 2022.

“Sudah ada LP (Laporan Polisi, red) dan kami juga sudah di BAP semalam. Penyidik telah menjerat para pelaku dengan Pasal 170 KUHPidana,” ujar Adi.

Sementara saat dikonfirmasi media, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan membenarkan insiden tersebut.

“Benar, ada insiden pengeroyokan terhadap lima orang wartawan dan kesemuanya itu adalah anggota saya di FWJ Indonesia,” kata Mustofa alias Opan.

Opan mengaku mengetahui hal tersebut kemaren pagi, dan langsung berikan instruksi kepada para Ketua DPD FWJ Indonesia Banten dan Para Korwil se Jabodetabek segera hadir di Polres Tigaraksa.

“Kami kawal kasus ini, dan alhamdulillah Wakasat Reskrim Polres welcome dan langsung membuat BAP pelapor serta para saksi,” tutur Opan.

Ia juga mengatakan pengawas SPBU 34-15715 beserta dua orang operator dan satu orang pelaku pengendara motor Thunder sudah diamankan di Polres Tigaraksa.

“Infonya baru empat orang diamankan, pengawas SPBU yang bernama Erwin itu awal pemicu terjadinya pengeroyokan terhadap lima wartawan, dan dia juga yang merobek kaos OKK saya. Bahkan sempat memukul Reza juga. Sedangkan kedua operator SPBU nya juga sama membantu pengawasnya dalam tindak kejahatan,” beeber Opan.

Opan mengapresiasi langkah Polres Tigaraksa dalam hal ini Wakasat Reskrim beserta jajaran yang dengan sigap langsung mengesekusi para pelaku meski belum semua ditangkap.

“Kami tunggu kerja nyata Polres Tigaraksa untuk menangkap seluruh para pelakunya dalam 3 hari ke depan. Agar mereka semua ditangkap,” pintanya.

Selain itu, Opan juga meminta penyidik Polres Tigaraksa untuk memasukan beberapa pasal tambahan, yakni pasal pengrusakan kendaraan, penyitaan alat kerja jurnalis, dan menghalang-halangi tugas jurnalistik.

“Saya meminta tambahan Pasal ke penyidik nanti, selain Pasal 170 KUHP, juga harus dimasukan Pasal pengrusakan kendaraan, penyitaan alat kerja jurnalis dan menghalang – halangi tugas jurnalis,” pungkas Opan.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif