banner 728x90

Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio, Jusuf Rizal: Awas! Modus Cuci Uang dari Singapura

JAKARTA, BABEMOI – LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menduga sumbangan belum cair Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang diserahkan di Polda Sumatera Selatan untuk penanganan vaksin Covid-19 adalah modus cuci uang yang mengendap di Singapura.

Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal mengatakan, saat ini banyak pengusaha “bermasalah” (dalam tanda kutip) yang uangnya mengendap di Singapura


Jusuf Rizal yang dikenal sebagai penggiat anti-korupsi menjelaskan, para pengusaha “bermasalah” kesulitan untuk membawa fulusnya ke Indonesia, karena harus melalui prosedur ketat di Singapura maupun di Bank Indonesia (BI).

“Cara seperti ini (modus memberi sumbangan) sudah banyak dilakukan bagi pemilik uang di Singapura. Barangkali diharapkan lewat sumbangan Covid-19 dan langsung melalui Aparat Kepolisian bisa lolos masuk ke Indonesia,” tegas Jusuf Rizal.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun LSM LIRA, lanjut Jusuf Rizal, saat ini sedikitnya ada 30 pengusaha kakap Indonesia memarkir uangnya di Singapura.

“Mereka mengalami kesulitan untuk membawa uangnya ke Indonesia,” jelas Jusuf Rizal yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin The President Center.

HM. Jusuf Rizal (penggiat anti korupsi, Presiden LSM LIRA)

Barangkali dengan memanfaatkan tangan institusi Kepolisian dan atas nama bantuan Virus Covid-19, mereka berharap uangnya di Singapura bisa cair ke Indonesia. Tetapi ternyata tidak semudah yang diduga.

“Pasti ada grand design yang berupaya menggoreng agar uang dari Singapura bisa dicuci lewat bantuan itu. Ini modus money laundry. Karena itu harus diusut tuntas oleh pihak Kepolisian,” tegas pria berdarah Madura-Batak Ketum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) itu.

Jika bantuan Rp2 triliun itu tidak dapat terealisasi, lanjut Jusuf Rizal, maka prahara ini telah mencederai citra dan wibawa institusi Kepolisian. Korp Bhayangkara sebagai penegak hukum kurang hati-hati dan cermat.

“Kalau bantuan Rp2 triliun itu tidak terealisasi, Kepolisian kecolongan di markas sendiri,”  tukas Jusuf Rizal. 

Diharapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa turun tangan mengusut hal tersebut, dan patut diduga Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri sudah mengetahui jika uang itu masih parkir di Singapura.

“LSM LIRA juga minta Kapolri memberi sanksi agar Kapolda tidak mudah melakukan hal yang dapat mencederai citra institusi Kepolisian,” tandas HM. Jusuf Rizal.

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif